Al-Quran diturunkan memuat petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Isi kandungannya dikomunikasikan oleh Alloh dengan berbagai macam
variasi redaksional. Ada yang berupa perintah, larangan, sumpah,
perumpamaan, deskripsi peristiwa, Soal-Jawab, dan lain sebagainya. Hal
ini pasti ada maksudnya, agar manusia mempelajari dan menghayati ayat
demi ayat serta mengamalkannya dalam hidup keseharian.
Terkait dengan redasional “SOAL-JAWAB’, kita akan banyak menemukannya dalam al-quran. Cirinya adalah menggunakan kata
YASALUUNAKA, yang artinya
“Mereka bertanya kepadamu Muhammad”. Misalnya al-Baqoroh 219
(Mereka Bertanya kepadamu tentang khamar..), Al-Isra 85
(Dan meraka bertanya kepadamu tentang ruh), Al-Anfal 1
(Mereka menanyakan kepadamu tentang pembagian sisa rampasan perang), dll.
Bagaimana kita memahami redaksional ini dan pelajaran apa yang bisa kita ambil darinya?
Berdasarkan pemahaman para ahli tafsir, setidaknya ada dua kategori
redaksional al-quran yang terkait dengan soal-jawab, yakni sebagai
berikut:
Redaksional #1. Jawaban Yang Sesuai dengan Pertanyaan
Kategori ini memiliki karakteristik jawaban yang diberikan sesuai
dengan keinginan penanya. Misalnya bisa kita jumpai dalam QS Al-Anfal 1.
“Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentan pembagian sisa rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Alloh dan Rosul…”
Sebab turunnya ayat ini adalah setelah kaum muslimin memenangkan
peperangan, semua rampasan perang dibagikan oleh nabi Muhammad saw
kepada para sahabat. Setelah proses pembagian selesai ternyata masih
ada sisa rampasan perang, dan para sahabat saling berebut untuk
mengambilnya.
Para sahabat menyadari bahwa hal ini sebuah kekeliruan, lalu mereka
bertaubat dan datang menemui rosul meminta petunjuk / fatwa-nya. Maka
turunlah jawaban Alloh atas pertanyaan sahabat ini yakni,
“Katakanlah anfal adalah milik Alloh dan rosul”, sehingga yang berhak membagikannya adalah Alloh melalui rosul-Nya.
Dari kisah ini kita bisa melihat bahwa jawaban yang diberikan Alloh
memiliki korelasi langsung atau sesuai dengan keinginan para sahabat.
Redaksional #2. Jawaban Yang Tidak Sesuai dengan Pertanyaan
Selain karakteristik di atas, ternyata ada redaksi TANYA-JAWAB dalam
al-Quran yang jawabannya tidak sesuai dengan keinginan penanya.
Contohnya bisa kita lihat dalam al-Baqoroh 189
‘
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit.
Katakanlah, Itu adalah (petunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.”
Sebab turunnya ayat ini adalah para sahabat menanyakan tentang hal
yang berhubungan dengan bulan. Mengapa penampakan bulan mulanya kecil
(seperti bulan sabit), lalu seiring waktu membesar hingga tampak bulat
penuh di saat bulan purnama. Lalu Alloh menjawab pertanyaan ini dengan
jawaban yang tidak sesuai dengan keinginan pikiran sahabat. Alloh
menjawab dengan hal yang lebih esensial dan substansial yakni
mengkaitkan bulan dengan kerja dan ibadah, bukan semata pengetahuan.
Berdasarkan ayat ini, para ulama memberikan penafsiran, bahwa Islam adalah agama
KERJA / AMAL.
Sungguh al-Quran memberikan perhatian yang lebih terhadap sebuah
kinerja atau produktivitas. al-Quran tidak memberikan ruang terhadap
sesuatu yang hanya berupa wacana atau rekreasi intelektual, tanpa ada
hasil yang memberikan manfaat buat diri dan orang lain.
Begitulah dua karektetistik redaksional “SOAL-JAWAB” yang bisa kita
pelajari. Dan beberapa pelajaran yang bisa kita ambil darinya adalah
sebagai berikut:
- SOAL-JAWAB merupakan salah satu strategi al Quran dalam menyampaikan petunjuk kepada manusia sehingga bisa menggunakannya
- Pentingnya menyampaikan islam dengan kreatif , variatif, inovatif, dan dinamis (tidak monoton)
- Perlu memiliki semangat YASALUNAKA (Bertanya) saat menemui masalah dan kembali kepada al-Quran sebagai solusinya
- Rekreasi intelektual yang tidak ada hubungannya dengan kerja sebaiknya dijauhi. Bertanyalah untuk diamalkan, bukan untuk mengetes atau menyudutkan golongan lain.
“Dikutip dari Pengajian malam Ahad, 14 April 2012, Mesjid Darussalam Kota Wisata, Narasumber
R Ahzami Samiun Jazuli, www.nasehatislam.com“