Monday, August 20, 2012

Agar tidak bersifat sombong dan angkuh

- Beberapa panduan Imam Al- Ghazali supaya kita tidak bersifat sombong dan angkuh
Jika berjumpa dengan kanak-kanak, anggaplah kanak-kanak itu lebih mulia daripada kita,
karena kanak-kanak ini belum banyak melakukan dosa daripada kita.
Apabila bertemu dengan orang tua, anggaplah dia lebih mulia daripada kita karena dia sudah lama beribadat
Jika berjumpa dengan orang alim, anggaplah dia lebih mulia daripada kita.
karena banyak ilmu yang telah mereka pelajari dan ketahui.
Apabila melihat orang jahil, anggaplah mereka lebih mulia daripada kita
karena mereka membuat dosa dalam kejahilan, sedangkan kita membuat dosa dalam keadaan mengetahui.
Jika melihat orang jahat, jangan anggap kita lebih mulia
karena mungkin satu hari nanti dia akan insaf dan bertaubat atas kesalahannya.
Apabila bertemu dengan orang kafir, katakan didalam hati bahwa mungkin pada suatu hari nanti
mereka akan diberi hidayah oleh Allah dan akan memeluk Islam, maka segala dosa mereka akan
diampuni oleh Allah.

Al-Qu'ran Sumber Inspirasi

Seorang yang menyatakan mengaku beriman
hendaklah menjadikan AL-Quran sebagai pedoman
dan setiap detik episode kehidupan yg kita lalui ini
sungguh akan lebih berarti bila Al-Quran selalu ada dihati



Begitu banyak orang yang melaksanakan sholat & kerap melafadzkan surat al-fatihah  yang didalamnya terkandung makna memohon agar diberikan petunjuk dan jalan yang lurus..



akan tetapi, belum dapat melaksanakan dan meluangkan sedikit waktu yang dimiliki nya selama 24 Jam
untuk membaca al-qur’an ataupun memahami hikmah yang terkandung dalam al-qur’an.

Sahabat...
Apa sajakah yang ia kerjakan sepanjang hari dan sepanjang waktu?
Bagaimana kita akan dapat menyelesaikan masalah2 kehidupan yang silih berganti
tanpa al-qur’an sebagai petunjuk dan pedoman?

Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al quran ketika Al quran itu telah datang kepadaku.
Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.

Berkatalah Rasul:` Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku
menjadikan Al quran ini suatu yang tidak diacuhkan` (QS. 25:29-30)

--^^ “Surat dari Anak yang d'ABORSI” ^^--





Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarrakatuh

Teruntuk Bundaku tersayang...

Dear Bunda...

Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja...nanda juga di sini baik-baik saja bunda... Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda....

Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat...

Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini, tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda....badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik... dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.

Tapi nanda tidak kecewa kok bunda... karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga Nya.

Bunda, nanda mau cerita, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang sama nanda? Bunda tidak ingin mencium nanda? Atau jangan-jangan karena nanti nanda rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu Allah bilang, bunda kamu malu sayang... kenapa bunda malu? karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram... anak haram itu apa ya Allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah... Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah, ya Allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali nabi Adam dan Isa? Allah yang Maha Tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan Allah Ridhoi. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.

“MANFAAT ROKOK BAGI MANUSIA”

Gak adil rasanya kalau kita selalu menghirup Asap Pasif dari sepuntung rokok. padahal kita sendiri belum pernah merasakan dan menjadi penikmat rokok ibarat kata pepatah
 ‘dont judge a book by its cover‘.

Nah ! , dari beberapa survey yang kita dapat ternyata banyak fakta menarik yang kita simpulkan sebagai manfaat sebuah rokok, berikut hasilnya;



1 .    Awet Muda : Karena siPEROKOK umumnya umurnya tidak dapat mencapai tua.

2.     Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko
        tersebut aktiflah merokok.

3.     Terhindar dari MALING : Karena setiap malam siperokok sering batuk-batuk sehingga
        membuat MALING takut , dikira maling siPEROKOK belum tidur.

4.     Mendukung program pemerintah dalam menekan (mengurangi) jumlah penduduk.

Friday, August 17, 2012

Mengambil Pelajaran dari Redaksi “SOAL-JAWAB” dalam al-Quran

Al-Quran diturunkan memuat petunjuk bagi seluruh umat manusia. Isi kandungannya dikomunikasikan oleh Alloh dengan berbagai macam variasi redaksional.  Ada yang berupa perintah, larangan, sumpah, perumpamaan, deskripsi peristiwa, Soal-Jawab, dan lain sebagainya. Hal ini pasti ada maksudnya, agar manusia mempelajari dan menghayati ayat demi ayat serta mengamalkannya dalam hidup keseharian.
Terkait dengan redasional “SOAL-JAWAB’, kita akan banyak menemukannya dalam al-quran. Cirinya adalah menggunakan kata YASALUUNAKA, yang artinya “Mereka bertanya kepadamu Muhammad”. Misalnya al-Baqoroh 219 (Mereka Bertanya kepadamu tentang khamar..), Al-Isra 85 (Dan meraka bertanya kepadamu tentang ruh), Al-Anfal 1 (Mereka menanyakan kepadamu tentang pembagian sisa rampasan perang), dll.
Bagaimana kita memahami redaksional ini dan pelajaran apa yang bisa kita ambil darinya?
Berdasarkan pemahaman para ahli tafsir, setidaknya ada dua kategori redaksional al-quran yang terkait dengan soal-jawab, yakni sebagai berikut:
Redaksional #1. Jawaban Yang Sesuai dengan Pertanyaan
Kategori ini memiliki karakteristik jawaban yang diberikan sesuai dengan keinginan penanya. Misalnya bisa kita jumpai dalam QS Al-Anfal 1.
“Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentan pembagian sisa rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Alloh dan Rosul…”
Sebab turunnya ayat ini adalah setelah kaum muslimin memenangkan peperangan, semua rampasan perang dibagikan oleh nabi Muhammad saw kepada para sahabat.  Setelah proses pembagian selesai ternyata masih ada sisa rampasan perang, dan para sahabat saling berebut untuk mengambilnya.
Para sahabat menyadari bahwa hal ini  sebuah kekeliruan, lalu mereka bertaubat dan datang menemui rosul meminta petunjuk / fatwa-nya.  Maka turunlah jawaban Alloh atas pertanyaan sahabat ini yakni, “Katakanlah anfal adalah milik Alloh dan rosul”, sehingga yang berhak membagikannya adalah Alloh melalui rosul-Nya.
Dari kisah ini kita bisa melihat bahwa jawaban yang diberikan Alloh memiliki korelasi langsung atau sesuai dengan keinginan para sahabat.
Redaksional #2. Jawaban Yang  Tidak Sesuai dengan Pertanyaan
Selain karakteristik di atas, ternyata ada redaksi TANYA-JAWAB dalam al-Quran yang jawabannya tidak sesuai dengan keinginan penanya. Contohnya bisa kita lihat dalam al-Baqoroh 189
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, Itu adalah (petunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.”
Sebab turunnya ayat ini adalah para sahabat menanyakan tentang hal yang berhubungan dengan bulan. Mengapa penampakan bulan mulanya kecil (seperti bulan sabit), lalu seiring waktu membesar hingga tampak bulat penuh di saat bulan purnama. Lalu Alloh menjawab pertanyaan ini dengan jawaban yang tidak sesuai dengan keinginan pikiran sahabat. Alloh menjawab dengan hal yang lebih esensial dan substansial yakni mengkaitkan bulan dengan kerja dan ibadah, bukan semata pengetahuan.
Berdasarkan ayat ini, para ulama memberikan penafsiran, bahwa Islam adalah agama KERJA / AMAL. Sungguh al-Quran memberikan perhatian yang lebih terhadap sebuah  kinerja atau produktivitas. al-Quran tidak memberikan ruang terhadap sesuatu yang hanya berupa wacana atau rekreasi intelektual, tanpa ada hasil yang memberikan manfaat buat diri dan orang lain.
Begitulah dua karektetistik redaksional “SOAL-JAWAB” yang bisa kita pelajari. Dan beberapa pelajaran yang bisa kita ambil darinya adalah sebagai berikut:
  1. SOAL-JAWAB merupakan salah satu strategi al Quran dalam menyampaikan petunjuk kepada manusia sehingga bisa menggunakannya
  2. Pentingnya menyampaikan islam dengan kreatif , variatif, inovatif, dan dinamis  (tidak monoton)
  3. Perlu memiliki semangat YASALUNAKA (Bertanya) saat menemui masalah dan kembali kepada al-Quran sebagai solusinya
  4. Rekreasi intelektual yang tidak ada hubungannya dengan kerja sebaiknya dijauhi. Bertanyalah untuk diamalkan, bukan untuk mengetes atau menyudutkan golongan lain.
“Dikutip dari Pengajian malam Ahad, 14 April 2012, Mesjid Darussalam Kota Wisata, Narasumber :D R Ahzami Samiun Jazuli, www.nasehatislam.com