1. Dari keragaman spesies dan
habitatnya - Lebah madu terdiri dari beberapa spesies dengan ciri fisik dan
“tempat mangkal” yang saling berbeda: ada Apis dorsata atau lebah hutan, yang
di sunda disebut odeng, dengan daerah penyebaran disekitar wilayah sub-tropis
dan tropis Asia seperti Indonesia (dari Sumatra sampai papua), Filiphina dan
sekitarnya. Selain itu, Apis laboriosa yang bisa dijumpai didaerah pegunungan
Himalaya.
2. Dari sifat polimorfofisme
yang betul-betul bhineka. - Setiap anggota koloni
memiliki keunikan antomis, fisiologis, dan fungsi biologis yang sangat berbeda.
Selain ada betina yang kelak menjadi ratu (queen) dan jantan (drone), ada juga
kelompok lebah pekerja (worker bees), yang sebenarnya adalah betina namun organ
reproduksinya tidak berkembang sempurna. “Pencetakan” jenis kelamin ini sendiri
telah disadari jauh-jauh hari, bahkan sejak masih dalam fase awal telur.
Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel yang
masih kosong. Untuk mengeluarkan sebutir telur, diperlukan waktu 0,5 menit.
Setelah mengeluarkan 30 butir, sang ratu akan istirahat 6 detik untuk
makan-diletakkannya didasar sel. Telur calon lebah pekerja disimpannya dibagian
sel berukuran kecil, tutup yang rata, dan paling banyak jumlahnya. Sementara
telur calon lebih jantan ditempatkan di sel yang ukurannya agak lebih besar,
dengan tutup menonjol serta terdapat titik hitam ditengahnya. Ada pun telur
calon ratu ditempatkan di sel paling besar, tak teratur dan biasanya terletak
dipinggir sarang
3. Mengonsumsi makan yang
baik, menghasilkan yang kalah baiknya - Hampir semua tanaman berbunga
merupakan ladang bagi lebah. Dari sana hewan ini mengambil nectar, sebuk sari
(pollen) dan air. Nectur adalah suatu senyawa kompleks
yang dihasilkan kelenjar nectecfier tanaman dalam bentuk larutan dengan
konsentrasi gula bervariasi, mulai 5% sampai 70% atau lebih. Satu koloni lebah
madu membutuhkan sekitar 50kg tepung sari pertahun. Sekitar separuh dari tepung
sari tersebut digunakan untuk makanan larva. Adapun unsur yang dihasilkan,
selain madu, yang dipercaya bisa dijadikan makanan dan obar bagi sekian banyak
penyakit, terdapat pula royal helly, bee pollen, lem atau propolis, lilin lebah
atau malam (besswax), serta racun lebah (bee venom atau apitoxin)
4. Pekerja keras - Lebah
pencari pakan merupakan lebah pekerja “paling senior” sekaligus tergesit,
dengan kecepatan terbang mencapai 65Km perjam, bisa menempuh jarak 46Km
nonstop. Bila sedang membawa nektar, kecepatannya tinggal 30Km perjam dengan
kecepatan getaran sayap sebanyak 250kali perdetik. Untuk mengampulkan 1kg madu,
seekor lebah harus mengadakan perjalanan 90.000-180.000 kali dan mengunjungi
banyak bunga sebelum pulang ke sarang. Ini berarti, jika setiap perjalan
menemuh jarak 3Km pulang pergi, seekor lebah menempuh jarak 3x (90.000 –
180.000) km untuk menunaikan tugasnya itu.
5. Cara komunikasi yang khas
- Selain melalui feromon – senyawa kimia yang dihasilkan dari kelenjar
hipofarink ratu lebah yang berfungsi mengatur aktifitas lebah-lebah pekerja,
lebah utamanya dilakukan lebah pekerja mampu berkomunikasi lewat tarian.
Saat seekor lebah pemandu
(scout) mendapat sari bung, ia akan melakukan gerakan dalam tarian seperti
mengibaskan perut ditengah kerumunan lebah lainnya. Lewat isyarat itu,
lebah-lebah pekerja lain dapat mengetahui posisi sumber makanan dimaksud tanpa
kesulitan.
6. Arsitek
cermat - Lebah membangun sarangnya dalam bentuk sel-sel heksagonal (segi
enam). Disamping sebagai bentuk “gudang” paling efektif untuk menyimpan madu,
mesti diakui, bentuk ini pun dapat memerangkap lebah banyak oksigen dan unsur
lainnya yang mereka perlukan dibanding bentuk geometris lain, semisal lingkaran
atau segi empat. Pembangunan sarang itu sendiri dimulai dari sudut-sudut yang
berbeda hingga akhirnya bertemu secara tepat ditengah.
7. Tidak mengganggu kecuali
diganggu - Lebah kecuali yang jantan dibekali senjata andalan berupa sengat
berduri, dengan racun didalamnya. Bagi yang dipersensitif, setiap sengatan
dapat menyebabkan reaksi serius. Walau bagi yang tidak hipersensitif, tidak
akan menimbulkan damak apa-apa. Beruntung lebah jarang menggunakannya untuk
menggangu. Baginya, senjata tersebut berfungsi sebagai alat untuk
mempertahankan diri manakala diusik.
8.Hikmah Bagi Manusia
Boleh jadi, karena keajaiban yang dimilikinya itulah, lebah dipilih untuk menggambarkan manusia seutuhnya. Karena manusia seutuhnya manusia mukmin, menurut rasul adalah bagaikan lebah, tidak makan kecuali yang baik dan indah, seperti kembang yang semerbak; tidak menghasilkan sesuai kecuali yang baik dan berguna, seperti madu dan beragam produk lainnya, disamping mampu beradaptasi dengan baik diberbagai tempat, menerima kebhinekaan, memahami perbedaan, suka bergotong royong, ulet dalam bekerja, cermat dan tepat dalam berfikir serta tidak mengganggu, kecuali diganggu.
Boleh jadi, karena keajaiban yang dimilikinya itulah, lebah dipilih untuk menggambarkan manusia seutuhnya. Karena manusia seutuhnya manusia mukmin, menurut rasul adalah bagaikan lebah, tidak makan kecuali yang baik dan indah, seperti kembang yang semerbak; tidak menghasilkan sesuai kecuali yang baik dan berguna, seperti madu dan beragam produk lainnya, disamping mampu beradaptasi dengan baik diberbagai tempat, menerima kebhinekaan, memahami perbedaan, suka bergotong royong, ulet dalam bekerja, cermat dan tepat dalam berfikir serta tidak mengganggu, kecuali diganggu.

No comments:
Post a Comment